Bangun tidur tadi entah kenapa tiba-tiba aku teringat pada sebuah percakapan ku dengan seorang tukang ojek. Buatku percakapan itu berkesan dan sangat bermakna. Berikuti ini kisahnya hehe. Cekidot!!
Hari itu hari ahad, Hari dimana aku akan pergi ke Ma'had di daerah bekasi. Pagi itu aku janjian dengan saudariku. Hesti namanya. Aku menuggunya di dekat stasiun Senen. Aku melihat ada banyak tukang ojek yang berjejer di dekat situ untuk mencari penumpang. Tapi tentu saja tak kuhiraukan. Mereka kan suka iseng n jahil fikirku.
Namun tiba-tiba ada seseorang yang menegurku. Dia hanya bertanya : "Mau ngaji mbak?"
dengan sedikit malas akupun menjawab singkat "iya". Setelah itu dia malah nanya lagi "ngajinya dimana ?"
aah mau tahu aja si kataku dalam hati. namun aku jawab juga dengan singkat "bekasi".Eh dia malah nanya lagi "mba, manhajnya apa?". Jujur aku terkaget-kaget dengan pertanyaan itu. Pertanyaan yang berkelas menurutku.Terlebih yanng bertanya adalah tukang ojek yang aku fikir tak tahu apa itu manhaj ( astaghfirullah )
sengaja aku tak jawab pertanyaannya. Namun aku balik bertanya "kalo abang sendiri manhajnya apa emang?"
dia pun menjawab dengan lantang "saya sih ikutin yang pertama menyiarkan islam aja mbak" agak bingung aku brtanya "maksudnya?" dia menjawab "yaa yang pertama nyiarin islam siapa?saya sih ikutin manhajnya beliau aja."
Tukang ojek itupun bertanya tentang nama-nama ustadz yang tak asing lagi buatku. Seperti Ust.Yazid , Ust.Abu Usamah, Ust.Dahroni dll....
dari situ aku sadar bahwa tukang ojek yang sedang bicara denganku ini bermanhaj sama denganku. Subhanallah, aku gembira, ternyata ditengah kesibukannya menjadi tukang ojek dia masih mau ngaji menuntut ilmu syar'i. Walaupun usianya tak lagi muda, ia tetap bersemangat menuntut ilmu bahkan mendakwahkan pada orang lain.
Seorang tukang ojek mengerti apa itu manhaj dan telah menentukan apa manhaj yang ia pillih tentu dengan alasan yang jelas. Seorang tukang ojek mengerti apa itu tauhid dan apa itu syirik. Ia mengerti apa itu sunnah dan apa itu bid'ah...
Dia seorang tukang ojek mengerti. Tukang ojek yang mungkin bagi kita adalah kaum2 proletar kaum yang tak mengrti apa2. Beda dengan kita yang katanya agent of change. Tapi malah tak mengerti sedikitpun tentang ilmu syar'i. Lantas apa yang ingin di ubah jika kau tak mengerti?
AYO KITA SAMA-SAMA NUNTUT ILMU SYAR'I. Dan jawab pertanyaan itu :
Apa Manhaj mu???
Inilah cerita tentang kita. Tentang aku,kamu dan dia yang telah mengisi hari-hariku..
Kamis, 17 Februari 2011
Rindu...
Kawan,, pernah kah kau merasakan rindu?
merasakan perihnya hati demi menahan rasa yang tak tentu.
ah,, dosa kah aku?
aku yang tak sengaja menyimpan 'rasa' ini?
aku yang mencoba kuat menyimpannya sendiri.
menyembunyikannya dalam sepi.
Rabbi,, aku punya pinta...
aku hanya ingin cinta yang engkau ridhoi.
merasakan perihnya hati demi menahan rasa yang tak tentu.
ah,, dosa kah aku?
aku yang tak sengaja menyimpan 'rasa' ini?
aku yang mencoba kuat menyimpannya sendiri.
menyembunyikannya dalam sepi.
Rabbi,, aku punya pinta...
aku hanya ingin cinta yang engkau ridhoi.
Jumat, 28 Januari 2011
Pelajaran Dari Seorang Teman
Sebelumnya aku adalah orang yang sensitif, orang yang manja dan ingin selalu dituruti keinginanya.
Entah kenapa aku seperti ini.
Hmm... mungkin karena aku dilahirkan sebagai anak bungsu dari dua bersaudara.
Bahkan sempat beberapa tahun aku merasakan menjadi anak tunggal karena kakakku dulu ikut dengan nenek di kampung sana.
Banyak teman-temanku yang protes akan sikapku itu. Ada yang menjadi segan padaku, ada pula yang malah menjauhiku. Tapi tak sedikit pula yang menyayangiku dengan sepenuh hati( maksudkku sabar dengan sikapku seprtti ini)
Namun itu dulu, dulu sebelum aku mengenalnya, dulu sebelum aku merasakan tersakiti olehnya. Kini, semenjak aku mengenalnya aku jadi belajar lebih dalam tentang arti sabar. Sabar yang sesungguhnya. Misalnya sabar jika sms tak dibalas, sabar jika disakiti oleh orang lain, dan sabar untuk mengerti sikap dan sifat orang lain yang bertolak belakang dengan kita.
Melalui dia akupun belajar untuk selalu berfikir positif dan menjauhi dengan sejauh-jauhnya fikiran negatif ku tentang orang lain. semua harus dihadapi dengan sabar, lapang dada dan sebuah senyuman. niscaya hati akan tenang dan selalu bahagia....
Terimakasihku untukmu wahai sahabat yang secara tak langsung kau telah mengajariku banyak hal. Terimakasih, semoga kita dipertemukan oleh ALLAH di Syurga-Nya kelak. Karena bukankah Rasulullah pernah bersabda bahwa kita akan bersama dengan orang yang kita cintai di Syurga-Nya? dan aku mencintaimu Sahabat... Semoga Di Syurga Kelak kita akan berkumpul kembali ^__^
Entah kenapa aku seperti ini.
Hmm... mungkin karena aku dilahirkan sebagai anak bungsu dari dua bersaudara.
Bahkan sempat beberapa tahun aku merasakan menjadi anak tunggal karena kakakku dulu ikut dengan nenek di kampung sana.
Banyak teman-temanku yang protes akan sikapku itu. Ada yang menjadi segan padaku, ada pula yang malah menjauhiku. Tapi tak sedikit pula yang menyayangiku dengan sepenuh hati( maksudkku sabar dengan sikapku seprtti ini)
Namun itu dulu, dulu sebelum aku mengenalnya, dulu sebelum aku merasakan tersakiti olehnya. Kini, semenjak aku mengenalnya aku jadi belajar lebih dalam tentang arti sabar. Sabar yang sesungguhnya. Misalnya sabar jika sms tak dibalas, sabar jika disakiti oleh orang lain, dan sabar untuk mengerti sikap dan sifat orang lain yang bertolak belakang dengan kita.
Melalui dia akupun belajar untuk selalu berfikir positif dan menjauhi dengan sejauh-jauhnya fikiran negatif ku tentang orang lain. semua harus dihadapi dengan sabar, lapang dada dan sebuah senyuman. niscaya hati akan tenang dan selalu bahagia....
Terimakasihku untukmu wahai sahabat yang secara tak langsung kau telah mengajariku banyak hal. Terimakasih, semoga kita dipertemukan oleh ALLAH di Syurga-Nya kelak. Karena bukankah Rasulullah pernah bersabda bahwa kita akan bersama dengan orang yang kita cintai di Syurga-Nya? dan aku mencintaimu Sahabat... Semoga Di Syurga Kelak kita akan berkumpul kembali ^__^
Sabtu, 01 Januari 2011
Jumat, 31 Desember 2010
JUST UWI
Aku mencintainya , dapatkah kami bersama dengan RIDHO-MU??
Jika memang baik untuku, maka dekatkanlah , jika tidak, sesungguhnya Engkau lebih mengetahui segala sesuatu....................
tunjukan kepadaku yang benar itu benar. dan yang salah itu salah.....
berikan aku kekuatan untuk selalu berada pada kebenaran yg telah Engkau tunjukan Ya Rabbi............
"Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya' dan ' 'maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggalnya"
(QS ; An Naziat ; 40 - 41)
Rabu, 29 Desember 2010
Tentang Negeriku
"..Indahnya negeri tempatku berdiri berjuta warna di bumi pertiwi..aku ingin terbang yang tinggi berbakti untukmu negeri...sejauh apapun aku melangkah merah putih kan tetap ku bela ..."
Inilah negeriku, negeri yang kucintai sepenuh hati.
aku bangga menjadi anak negeri ini.
mengapa aku bangga?
apa yang aku banggakan dari negeri ini?
mungkin itu pertanyaan yang akan mengemuka.
kawan, jika bukan kita yang bangga menjadi anak negeri ini, lantas siapa lagi?
apakah kau akan berlari dari kenyataan bahwa kau adalah salah satu dari anak negeri ini?
apakah kau telah terlampau malu dengan tingkah oknum di negeri ini sehingga kau tak bangga lagi akan tanah kelahiranmu?
kita selalu mengeluh bahwa negeri ini tak pernah memberikan apapun untuk kita.
lantas apa yang telah kita berikan pada negeri ini?
sudahkah kita membanggakan negeri ini di mata dunia?
sudahkah kita memperbaiki diri kita agar bermanfaat untuk negeri ini?
ibu pertiwi saat ini mungkin bersedih, bahkan menangis.
melihat tingkah para preman2 berdasi di negeri ini. Tikus-tikus yang tak merasa berdosa menggerogoti uang rakyat di negeri ini.
yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin terpuruk.
itulah kapitalisme.
ah, bukankah indonesia berideologi pancasila?
lantas mengapa negeri ini terjebak pada sistem kapitalis?
lagi-lagi sang ibu pertiwi menangis.. lagi-lagi ia bersedih..
Belum lagi penegakan hukum yang bermasalah di negeri ini, yang salah dibenarkan, yang benar disalahkan. dimana kadilan? ah, terlalu naif jika berbicara keadilan di negeri ini. Mungkin memang hanya di negeri akhirat sajalah akan ada keadilan itu.
Negeri ini memang aneh, negeri ini memang lucu, banyak kasus yang tak terungkap, banyak pertanyaan yang tak terjawab.
Masalah politik di negeri ini begitu pelik. Seakan-akan politiklah yang berkuasa, bukan hukum. sebegitu besar politik mempengaruhi hukum sehingga begitu banyak masalah yang tak kunjung selesai karena kuatnya pengaruh politik terhadap hukum.
aku yakin ibu pertiwi menangis melihat ini semua. Ia tersedu, mengapa para pemangku jabatan di negeri ini tak amanah? mengapa yang berkuasa semakin menggila mnguras harta? mengapa?
Duhai ibu pertiwi, saksikanlah bahwa kami anak negeri ini akan berbuat terbaik untuk Indonesia, kami yang akan memangku amanah itu kelak.
Berjanjilah kawan bahwa kita tak akan seperti mereka , kita berdasi tapi juga berhati. Kita akan membuat ibu pertiwi tersenyum bangga. Tertawa bahagia. Dan kita kan tunjukan pada dunia bahwa kita bangga pada Indonesia, Katakanlah kita Cinta Indonesia, tempat kelahiran kita, tanah air kita.
Yeah WE LOVE INDONESIA!
WE STAY LOVE INDONESIA!
EVERLASTING LOVE FOR INDONESIA!
WE PROUD OF YOU INDONESIA!!
^_^
Kamis, 23 Desember 2010
Ketika Ujian Menyapa
Ketika ujian menyapa,
Ketika badai menerpa,
seakan-akan kita akan jatuh dan rapuh. ...
Rasa tak percaya,
tak kuasa menjalani ujian inipun datang.
bukan tak mau, bukan pula tak suka akan ujian ini.
namun rasanya,,
diri ini perlu dikuatkan lagi.
diingatkan lagi.
ah..
dunia ini memang hanya sekedar sandiwara.
dan kita hanyalah pemain-pemain dari sandiwara ini.
kita hanya menjalani skenario ini. skenario besar ini.
ya, skenario besar yang dibuat oleh Sang Maha Besar.
Dialah ALLAH Rabb Yang Maha Esa...
Yakinlah.. Skenario-Nya lah yang terbaik. Dia lebih mengetahui dari diri kita sendiri....
yaa muqalibal qulub tsabit qalbi 'ala diinik
Ketika badai menerpa,
seakan-akan kita akan jatuh dan rapuh. ...
Rasa tak percaya,
tak kuasa menjalani ujian inipun datang.
bukan tak mau, bukan pula tak suka akan ujian ini.
namun rasanya,,
diri ini perlu dikuatkan lagi.
diingatkan lagi.
ah..
dunia ini memang hanya sekedar sandiwara.
dan kita hanyalah pemain-pemain dari sandiwara ini.
kita hanya menjalani skenario ini. skenario besar ini.
ya, skenario besar yang dibuat oleh Sang Maha Besar.
Dialah ALLAH Rabb Yang Maha Esa...
Yakinlah.. Skenario-Nya lah yang terbaik. Dia lebih mengetahui dari diri kita sendiri....
yaa muqalibal qulub tsabit qalbi 'ala diinik
Langganan:
Postingan (Atom)